Tampilan Blender

Ketika saya pertama kali melihat Blender dan membaca beberapa tutorial saya berpikir bahwa ini tampak mudah dan masuk akal. Setelah mengambil program uji coba, saya memutuskan untuk melupakan hal itu untuk sementara waktu karena saya tidak bisa apa-apa. Interface Blender berbeda dari program lainnya yang pernah saya pakai sebelumnya. Saya pikir saya akan mencoba lagi dan setelah beberapa minggu segala sesuatunya mulai masuk akal dan saya menyadari potensi dari program. Berikut adalah apa yang Anda lihat pada saat Anda membuka program:
Anda melihat sebuah tampilan terdiri dari sebuah kubus, lampu dan kamera (top view). Kubus adalah objek mesh dasar untuk memberikan sesuatu untuk dilihat, sebuah lampu untuk menerangi tempat kejadian, dan sebuah kamera untuk menunjukkan tempat kejadian. Blender versi lama mungkin terbuka dengan adegan-adegan yang berbeda (sebuah bidang dan bukan sebuah kubus dan cahaya), tetapi idenya tetap sama.
Interface Blender

Interface Blender

Kursor 3D

Kursor 3D

Kursor 3D di tengah kubus digunakan untuk menemukan di mana item baru akan ditempatkan. Kursor ini dapat dipindahkan di sekitar layar monitor dengan mengklik tombol mouse sebelah kiri (LMB). Seiring dengan akrab menu pull-down seperti program lain, Anda memiliki viewport sepanjang bagian bawah yang berubah setiap kali Anda memilih tombol yang berbeda. “Window tombol” ini dapat diubah, tetapi untuk sekarang mari kita tetap biarkan seperti itu.

Posted on September 16, 2009, in Bab 01. Blender Interface and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Terima kasih infonya Bro, Bermanfaat sekali bagi saya.
    Saya baru nih di blender, memang saya merasa sedikit kesusahan mengoperasikan blender karena logika pengoperasiannya beda dgn software yg lain(membuat bingung).
    Boleh nanya ya: sebuah kasus, saya sedang mencoba membuat objek sederhana dan ingin mengganti sudut pandang saya terhadap objek tersebut, ketika saya putar objeknya pada saat face terseleksi, eh malah objeknya lari. bagaimana caranya agar saya bisa tetap fokus pada pada face yg sedang saya garap tersebut. Mohon bantuannya ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: